PENGARUH PENELITIAN TINDAKAN KELAS TERHADAP PROFESIONALITAS GURU BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTs. MA’ARIF KEPIL KABUPATEN WONOSOBO

Jumat, 31 Juli 2009

I.JUDUL: PENGARUH PENELITIAN TINDAKAN KELAS TERHADAP PROFESIONALITAS GURU BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTs. MA’ARIF KEPIL KABUPATEN WONOSOBO

II.LATAR BELAKANG MASALAH


Guru merupakan pemegang peranan yang amat sentral disektor pendidikan. Tanpa peran aktif guru, kebijakan pembaruan pendidikan secanggih apapun tetap akan sia-sia. Sebagus apapun dan semodern apapun sebuah kurikulum dan perencanaan strategis pendidikan dirancang, jika tanpa ada guru yang berkualitas tidak akan membuahkan hasil optimal artinya pendidikan yang baik dan unggul tetap akan tergantung pada kondisi mutu guru.
Ironisnya, Indonesia termasuk salah satu negara yang jumlah guru berpendidikan primer setara S 1 yang kurang dari 50 persen. Ini berarti dari jumlah 2,7 juta guru, sebanyak 1,35 juta orang guru belum mencapai kualifikasi S1. Laporan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2006 menunjukkan bahwa guru yang memenuhi kualifikasi S1 baru mencapai target 35,6 % saja. Jadi, sebanyak 64,4 % guru belum memenuhi kualifikasi S1. Pada tahun 2007, Departemen Pendidikan Nasional beru berhasil meningkatkan kualifikasi guru hingga S1 sebanyak 81.800 guru dan melakukan sertifikasi sebanyak 147.217 orang.1
Fakta di lapangan tersebut merefleksikan pentingnya peningkatan mutu guru yang harus segera dilaksanakan, mengingat untuk menjadi bangsa yang besar dan berdaya saing tinggi diperlikan SDM yang berkualitas handal, dan professional. Agar dapat mencetak sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, sector pendidikan harus digarap dengan sungguh-sungguh.
Pendidikan islam pada hakekatnya adalah pendidikan yang berdasarkan atas Al-qur’an dan Sunnah Rasul, bertujuan untuk membantu perkembangan manusia menjadi lebih baik. Pada dasarnya manusia lahir dalam keadaan fitrah. Pendidikan adalah upaya seseorang untuk mengembangkan potensi tauhid agar dapat mewarnai kualitas kehidupan pribadi seseorang.
Tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil, pertebal semangat kebangsaan, dan rasa kesetiakawanan sosial.
Posisi pendidikan agama sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa serta kualitas hidup manusia berlangsung secara integralistik mendasari bidang-bidang studi lainnya. Untuk merealisasikan tujuan tersebut maka program prioritas pendidikan agama melalui peningkatan kualitas dan kompetensi guru agama dengan kemampuan professional keguruan denagn mempergunakan metode serta kemampuan memilih substansi pendidikan agama.
Namun perangkat input instrumental yang kurang sesuai dengan tujuan pendidikan islam menjadi sumber kerawanan karena :
1.Guru kurang kompeten untuk menjadi tenaga professional pendidikan atau jabatan guru yang disandangnya hanya merupakan pekerjaan alternative terakhir, tanpa menekuni tugas sebenarnya selaku guru yang berkualitas baik.
2.Pendekatan metodelogis guru masih terpaku kepada orientasi tradisionalistis sehingga tidak mampu menarik minat murid kepada pelajaran agama.
3.Kurangnya rasa solidaritas antara guru agama dengan guru bidang studi umum, sehingga timbul sikap memencilkan guru agama yang mengakibatkan pelaksanaan pendidikan agama tersendat-sendat dan kurang terpadu.
4.hubungan guru agama dengan murid hanya bersifat formal, tanpa berkelanjutan dalam situasi informal di luar kelas. Wibawa guru juga hanya terbatas di dalam dinding kelas, tanpa terpengaruh di luar kelas.
Menyikapi hal ini pemerintah tidak tinggal diam, upaya-upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru bidang studi Pendidikan Agama Islam terus dilakukan, salah satunya melalui Penelitian Tindakan Kelas. Permasalahan seputar pembelajaran yang dihadapi guru bidang studi Pendidikan Agama Islam sangat bervariasi dilihat dari keadaan siswa, fasilitas belajar, iklim dan lingkungan sekolah. Dari keempat faktor di atas permasalahan yang dihadapi guru akan berbeda, sehingga Penelitian Tindakan Kelas merupakan cara yang strategis untuk membantu guru mengatasi permasalahan sehari-hari. Maka dari itu penulis tertarik mengangkat judul “ PENGARUH PENELITIAN TINDAKAN KELAS TERHADAP PROFESIONALITAS GURU BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTs. MA’ARIF KEPIL KABUPATEN WONOSOBO TAHUN PELAJARAN 2008/2009”.

III.PENEGASAN ISTILAH
Sebelum penulis membahas lebih lanjut tentang judul skripsi ini, maka untuk menghindari perbedaan persepsi dalam memahami judul tersebut, peril kiranya penulis kemukakan penegasan istilah, yaitu sebagai berikut :
1.Pengaruh : daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.2
2.Pengaruh Tindakan Kelas: Langkah-langkah (intervensi) yang dilakukan secara terencana dan sisitematis untuk melakukan perbaikan atau peningkatan pembelajaran.3
3.Profesinalitas Guru : Seperangkat fungsi dan tugas lapangan pendidikan berdasarkan fungsi dan tugas dalam lapangan pendidikan, berdasarkan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan khusus di bidang pekerjaan yang mampu menekuni bidang profesinya selama hidupnya.4
4.Bidang Studi Pendidikan Agama Islam: Kumpulan dari beberapa mata pelajaran agama islam5. Yaitu Alqur’an Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab.
5.MTs. Ma’arif Kabupaten Wonosobo merupakan Pendidikan Ma’arif NU Desa Kepil, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jalan Prworejo Km. 26 Kode Pos 56374 dan sebagai tempat penelitian pembuatan skripsi ini.

IV.RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis merumuskan pokok permasalahan yang akan penulis angkat dalam penelitian lapangan di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo, Tahun pelajaran 2008/2009 adalah :
1.Bagaimanakah pelaksanaan penelitian tindakan kelas oleh guru-guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di MTs Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo?
2.Bagaimanakah tingkat profesionalitas guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di MTs. Ma’arif kepil, Kabupaten Wonosobo?
3.Sejauh manakah pengaruh penelitian tindakan kelas dengan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo?

V.TUJUAN PENELITIAN
Denagan menyimak pokok permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.Untuk mengetahui pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas oleh guru-guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo.
2.Untuk mengetahui tingkat profesionalitas guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo.
3.Untuk mengetahui pengaruh penelitian tindakan kelas dengan profesionalitas guru bidang studi pendidikan agama islam di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo.

VI.HIPOTESIS
Hipotesis adalah mendalami permasalahan dengan seksama serta menetapkan anggaran dasar membuat teori sementara yang kebenarannya masih peril diuji (di bawah kebenaran).6
Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut “ Ada pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan profesionalitas guru bidang studi pendidikan agama islam di MTs. Ma’arif Kepil Kabupaten Wonosobo, tahun pelajaran 2008/2009.

VII.LANDASAN TEORI
A.Penelitian Tindakan Kelas
1.Pengertian Penelitian Tindakan Kelas 
Penelitian tindakan kelas adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan secara terencana dan sistematis untuk melakukan perbaikan atau peningkatan pembelajaran yang terjadi di dalam suatu kelas.7
2.Konsep Pokok Penelitian Tindakan Kelas 
Konsep pokok penelitian tindakan kelas terdiri dari empat komponen pokok yang juga menunjukkan langkah-langkah, yaitu:
a.Menyusun rancangan tindakan kelas dan dikenal dengan perencanaan, yang menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan.
b.Pelaksanaan tindakan yaitu implementasi atau penerapan di dalam kancah, yaitu mengenakan tindakan di kelas.
c.Pengamatan yaitu pelaksanaan pengamatan oleh pengamat. Pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang dilakukan.
d.Refleksi atau pantulan, yaitu kegiatan untuk mengemukakan apa yang sudah terjadi.8
B.Profesionalitas Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam.
1.Pengertian Profesionalitas Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam.
Profesinalitas guru bidang studi pendidikan agama islam adalah suatu pandangan bahwa suatu keahlian tertentu diperlukan dalam pekerjaan tertentu yang mana keahlian itu hanya diperoleh melalui pendidikankhusus atau latihan khusus di bidang agama islam.9
2.Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam tugas profesionalitas guru bidang studi pendidikan agama islam:
a.Profesi harus dapat memenuhi kebutuhan social berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah yang dapat diterima oleh masyarakat.
b.Harus diperoleh melalui latihan cultural dan professional yang cukup memahami.
c.Menguasai perangkat ilmu pengetahuan yang sistematis dan kekhususan.
d.Harus dapat membuktikan skill yang diperlukan masyarakat dimana kebanyakan orang tidak memiliki skill tersebut.
e.Memenuhi syarat-syarat penilaian terhadap penampilan dalam pelaksanaan tugas dilihat dari segi waktu dan cara kerja.
f.Harus dapat mengembangkan teknik-teknik ilmiah dari hasil pengalaman yang teruji.
g.Harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa anggota profesionalnya menjunjung tinggi dan menerima kode etik profesionalnya.

VIII.METODE PENELITIAN
 Guna memperoleh data dan informasi secara lengkap, akurat, dan konkret, maka penulis menggunakan metode-metode penelitian sebagai berikut :
A.Metode pengumpulan data
Ada pengumpulan data yaitu :
1.Angket atau kuosioner
 Kuosioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.10 Angket diberikan kepada guru yang diambil sample untuk memperoleh data tentang pengaruh penelitian tindakan kelas terhadap profesionalitas guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di MTs. Ma’arif kepil,Kabupaten Wonosonbo.
2.Wawancara atau Interview
 Interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawanvara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.11 Wawancara yang dilaksanakan guna memperoleh informasi atau data yang bersumber dari Kepala MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo mengenai ruang lingkup.
3.Pengamatan atau Observasi
 Observasi merupakan aktiva yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata.12 Pengamatan dilakukan pada saat kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung. Juga mencakup seluruh kegiatan di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo.
4.Dokumentasi

 Dokumentasi artinya barang-barang tertulis.13 Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, notulen rapat, catatan harian.


B.Metode Menentukan Objek
1.Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.14 Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh guru bidang studi pendidikan agama islam di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo. Adapun jumlah populasinya adalah 7 orang.
2.Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.15 Sampel diambil dari semua populasi yang berjumlah 7 orang guru bidang studi pendidikan agama islam di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo.
C.Variabel Penelitian
Sutrisno Hadi mendefinisikan variable sebagai gejala yang bevariasi16. Variabel penelitian berfungsi sebagai pembeda antar variable yang satu dengan variable yang lainnya. Variabel dalam penelitian ini adalah :
1.Variabel Bebas (X)
 Variable bebas yaitu pelaksanan penelitian tindakan kelas dengan indikator sebagai berikut :
a.Perencanaan
b.Tindakan
c.Pengamatan
d.Refleksi
2.Variabel Terikat
 Variabel terikat yaiti profesionalits Guru Bidang Studi Pendidikan agama Islam, dengan indicator sebagai berikut :
a.Penguasaan materi pelajaran
b.Kemampuan variasi metode pembelajaran
c.Pelaksanaan evaluasi yang efektif
D.METODE ANALISIS DATA
Dengan menganalisis data yang sudah terkumpul, penulis menggunakan analisis secara bertahap agar lebih memudahkan dalam menginterpretasikan untuk mencapai makna yang lebih tepat. Adapun tahap analisi yang dimaksud adalah :
1.Uji Validitas dan uji reliabilitas
a.Uji validitas
 Validitas dilakukan guna mencapai kesahihan data yang dibatasi sehingga tingkat kemampuan suatu instrument untuk mengungkap sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment, yaitu :

rxy =

n( ∑xy – ( ∑x ) ( ∑y)

√{(n∑x² - ( ∑x )2 } {n∑y2 - ( ∑y ) 2}
rxy = Koefisien Korelasi
y = Variable Dependent
x = Variable Independent
n = Jumlah sample
b. Uji Reabilitas
Dalam menghitung reliabilitas dengan teknik ini peneliti harus memulai langkah membuat table analisis butir soal, oleh karena itu teknik Spreman B dalam mencari reliabilitas menggunakan rumus17.
Rtot = 2 ( r.tt )
  1 + r. tt

Rtot = Angka reliabilitas keseluruhan item
Rtt = angka korelasi belahan pertama dan belahan kedua
2.Analisis Data
Penulis menggunakan peneliti deskriptif dengan menggunakan analisis korelasi product moment :

rxy =

n( ∑xy – ( ∑x ) ( ∑y)

√{(n∑x² - ( ∑x )2 } {n∑y2 - ( ∑y ) 2}
rxy = Koefisien korelasi
y = Variabel dependent
x = Variable Independent
n = Jumlah sample

IX. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI


Sistematika penulisan skripsi ini merupakan gambaran umum dari urutan pembahasan skripsi. Untuk lebih memudahkan pembaca dalam memahami isi pembahasan skripsi ini, maka penulis membuat urutan sistematika sebagai berikut :
Bagian pertama terdiri dari halaman judul, halaman nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar tabel, dan halaman daftar lampiran.

Bagian Kedua terdiri dari :


BAB I
:

Berisi pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, hipotesis, metode penelitian, dan sistematika penulisan skripsi. 


BAB II
:
Penelitian tindakan kelas, yaitu pengertian penelitian tindakan kelas, sasaran objek penelitian tindakan kelas, laporan penelitian tindakan kelas. Profesionalisme guru bidang studi pendidikan agama islam, yaitu pengertian profesionalitas guru bidang studi pendidikan agama islam, syarat-syarat guru bidang studi pendidikan agama islam yang professional, kegiatan profesionalitas guru pendidikan agama islam, peranan dan fungsi profesionalitas guru pendidikan agama islam dalam pendidikan, pengaruh penelitian tindakan kelas terhadap profesionalitas guru bidang studi pendidikan agama islam.
BAB III
:
Laporan tentang pengaruh penelitian tindakan kelas terhadap profesionalisme guru bidang studi pendidikan agama islam di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo, tahun pelajran 2008/2009, meliputi gambaran umum lokasi penelitian yaitu tinjauan strategis, struktur organisasi, keadaan guru, keadaan siswa, sarana prasarana.
Gambaran khusus terdiri dari : penelitian tindakan kelas, meliputi : perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Profesionalitas guru bidang studi pendidikan agama islam meliputi: penguasaan materi pelajaran, metode pembelajaran dan evaluasi.
BAB IV
:
Analisis pengaruh penelitian tindakan kelas terhadap profesionalitas guru bidang studi pendidikan agama islam di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo meliputi : analisis uji validitas dan uji reliabilitas dan analisis data.
Bagian Ketiga terdiri dari daftar pustaka, daftar lampiran dan daftar riwayat hidup.

Demikian sistematika penulisan skripsi ini yang penulis sajikan dengan harapan terhindar dari terjadinya kesalahan dalam penyusunan sub-sub yang tertera dalam penulisan skripsi ini.


DAFTAR PUSTAKA



Departemen Agama RI
-Strategi Pembelajaran Kurikulum 1994 Mata Pelajaran Agama Islam, DEPAG RI, Jakarta, 2000.
Kamisa, Drs
-Kamus Lengkap bahasa Indonesia, Kartika, Surabaya
Lantip Institute Yogyakarta
-Penelitian Tindakan Kelas, Lantip Institute, Yogyakarta, 2008.
Lesley kydd, dkk
-Pengembangan Profesinal Untuk Manajemen Pendidikan, Grasindo, Jakarta, 2004
Lexy j. Moleong. Prof. H.M.A
-Metodologi Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rodakarya, Bandung,2008
Muzayyin Arifin, Prof. H.M.Ed
-Kapita Selekta Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 2003
M. Surya.H
-Kapita Selekta Kependidikan SD, Universitas Terbuka, Jakarta, 2006
Purwanto. M.Pd.
-Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2007,
Suharsimi Arikunto Prof. Dr.
 -Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta, 2006
Suwarsih Madya, Prof.Ph.D
-Penelitian Tindakan, Alfabeta, Bandung, 2006







   


RANCANGAN DAFTAR ISI SKRIPSI
Halaman Judul
Halaman Nota Pembimbing
Halaman Pengesahan
Halaman Motto
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Isi Tabel
Daftar Isi Lampiran
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
B.Penegasan Istilah
C.Rumusan Permasalahan
D.Tujuan Penelitian
E.Hipotesis
F.Metode Penelitian

G.Sistematika Penulisan Skripsi


BAB II PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PROFESIONALITAS GURU BIDANG STUSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


A.Penelitian Tindakan Kelas
1.Pengertian Penelitian tindakan Kelas
2.Sasaran Objek Penelitian Tindakan Kelas
3.Laporan Penelitian Tindakan Kelas
B.Profesionalitas Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
1.Pengertian Profesionalitas Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
2.Syarat-syarat Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam yang Profesional
3.Kegiatan Peningkatan Prifesionalitas guru Bidang studi Pendidikan Agama Islam 
4.Peranan dan Fungsi Profesionalitas Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam

C.Penagruh Pelaksanaan Penelitian Tindakan kelas Terhadap Profesionalitas guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam.


BAB III HASIL PENELITIAN DI MTs. MA’ARIF KEPIL KABUPATEN WONOSOBO TAHUN PELAJARAN 2008/2009


A.Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1.Tinjauan Strategis
2.Struktur Organisasi
3.Keadaan Guru dan Siswa
4.Sarana dan Prasarana
B.Gambaran Khusus
1.Penelitian Tindakan Kelas di MTs. Ma’arif Kepil, Kabupaten Wonosobo

2.Profesionalitas Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam


BAB IV ANALISIS PENGARUH PENELITIAN TINDAKAN KELAS TERHADAP PROFESIONALITAS GURU BIDANG STUDI PENDDIDIKAN AGAMA ISLAM


A.Analisis Pendahuluan
B.Analisis uji Hipotesis
C.Analisis Lanjutan
BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan
B.Saran-saran
C.Kata Pengantar
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN



RANCANGAN INSTRUMEN PENELITIAN 

Nama : ……………………………..
Jabatan : ……………………………..
Jenis Kelamin : ……………………………..
Petunjuk
a.Tulislah lebih dahulu nama, jabatan, dan jenis kelamin
b.Bacalah pertanyaan-pertanyaan ini dengan teliti
c.Berilah tanda silang (X) pada jawaban A,B,C, dan D untuk jawaban yang paling benar dan jawaban akan dijamin kerahasiaannya.

Variabel: Penelitian Tindakan Kelas
A.Perencanaan
1.Apakah Bapak, Ibu selalu membuat persiapan media pengajaran sebelum mengajar?
a.Selalu membuat persiapan media pengajaran sebelum mengajar 
b.Sering membuat persiapan media pengajaran sebelum mengajar
c.Kadang-kadang membuat persiapan media pengajaran sebelum mengajar
d.Tidak Pernah membuat persiapan media pengajaran sebelum mengajar
2.Apakah Bapak, Ibu selalu menyusun program kegiatan belajar mengajar?
a.Selalu menyusun program kegiatan belajar mengajar
b.Sering menyusun program kegiatan belajar mengajar
c.Kadang-kadang menyusun program kegiatan belajar mengajar
d.Tidak Pernah menyusun program kegiatan belajar mengajar
3.Sebelum mengajar apakah Bapak, Ibu membuat rencana pelaksanaan pembelajaran?
a.Selalu membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
b.Sering membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
c.Kadang-kadang membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
d.Tidak Pernah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
B.Tindakan
4.Sebagai guru, apakah Anda disiplin datang tepat pada waktunya?
a.Selalu disiplin datang tepat pada waktunya 
b.Sering disiplin datang tepat pada waktunya
c.Kadang-kadang disiplin datang tepat pada waktunya
d.Tidak Pernah disiplin datang tepat pada waktunya
5.Apakah Anda selalu menyapa siswa dengan sopan?
a.Selalu menyapa siswa dengan sopan
b.Sering menyapa siswa dengan sopan
c.Kadang-kadang menyapa siswa dengan sopan
d.Tidak Pernah menyapa siswa dengan sopan
6.Setelah memberikan contoh, apakah anda memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih sesuai dengan contoh?
a.Selalu memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih sesuai dengan contoh
b.Sering memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih sesuai dengan contoh
c.Kadang-kadang memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih sesuai dengan contoh
d.Tidak Pernah memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih sesuai dengan contoh

C.Pengamatan
7.Apakah anda memahami kesehatan siswa yang dapat mengganggu perkembangan belajarnya?
a.Selalu memahami kesehatan siswa yang dapat mengganggu perkembangan belajarnya
b.Sering memahami kesehatan siswa yang dapat mengganggu perkembangan belajarnya
c.Kadang-kadang memahami kesehatan siswa yang dapat mengganggu perkembangan belajarnya
d.Tidak pernah memahami kesehatan siswa yang dapat mengganggu perkembangan belajarnya
8.Dalam proses belajar-mengajar, apakah Anda memberikan kecakapan kepada siswa untuk memecahkan soal-soal yang diberikan Anda kepada siswa?
a.Selalu memberikan kecakapan kepada siswa untuk memecahkan soal-soal yang diberikan kepada siswa
b.Sering memberikan kecakapan kepada siswa untuk memecahkan soal-soal yang diberikan kepada siswa
c.Kadang-kadang memberikan kecakapan kepada siswa untuk memecahkan soal-soal yang diberikan kepada siswa
d.Tidak Pernah memberikan kecakapan kepada siswa untuk memecahkan soal-soal yang diberikan kepada siswa
9.Apakah Anda memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dalam kegiatan kemasyarakatan?
a.Selalu memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dalam kegiatan kemasyarakatan
b.Sering memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dalam kegiatan kemasyarakatan
c.Kadang-kadang memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dalam kegiatan kemasyarakatan
d.Tidak Pernah memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dalam kegiatan kemasyarakatan

D.Refleksi
10.apakah Bapak, Ibu selalu memberikan post test kepada siswa sebelum menutup pelajaran?
a.Selalu memberikan post test kepada siswa sebelum menutup pelajaran
b.Sering memberikan post test kepada siswa sebelum menutup pelajaran
c.Kadang-kadang memberikan post test kepada siswa sebelum menutup pelajaran
d.Tidak Pernah memberikan post test kepada siswa sebelum menutup pelajaran
11.Apakah Anda memberikan tugas tambahan dalam pelajaran tertentu atau pengajaran perbaikan?
a.Selalu memberikan tugas tambahan dalam pelajaran tertentu atau pengajaran perbaikan
b.Sering memberikan tugas tambahan dalam pelajaran tertentu atau pengajaran perbaikan
c.Kadang-kadang memberikan tugas tambahan dalam pelajaran tertentu atau pengajaran perbaikan
d.Tidak Pernah memberikan tugas tambahan dalam pelajaran tertentu atau pengajaran perbaikan
12.Apakah Anda meminta teman sebaya yang lebih pandai untuk membantu dalam belajar?
a.Selalu meminta teman sebaya yang lebih pandai untuk membantu dalam belajar
b.Sering meminta teman sebaya yang lebih pandai untuk membantu dalam belajar
c.Kadang-kadang meminta teman sebaya yang lebih pandai untuk membantu dalam belajar
d.Tidak pernah meminta teman sebaya yang lebih pandai untuk membantu dalam belajar

Variabel : Profesionalitas Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
A.Penguasaan Materi Pelajaran
13.Sebagai guru, Anda senantiasa belajar secara terus-menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuan?
a.Selalu senantiasa belajar secara terus-menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuan
b.Sering senantiasa belajar secara terus-menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuan
c.Kadang-kadang senantiasa belajar secara terus-menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuan
d.Tidak Pernah senantiasa belajar secara terus-menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuan
14.Apakah Bapak Ibu selalu mengamalkan kaidah-kaidah agama dalam berbagai aspek?
a.Selalu mengamalkan kaidah-kaidah agama dalam berbagai aspek
b.Sering mengamalkan kaidah-kaidah agama dalam berbagai aspek
c.Kadang-kadang mengamalkan kaidah-kaidah agama dalam berbagai aspek
d.Tidak Pernah mengamalkan kaidah-kaidah agama dalam berbagai aspek
15.Sebagai pengelola pembelajaran, seorang guru apakah anda dapat menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar dengan kualitas yang lebih baik?
a.Selalu dapat menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar dengan kualitas yang lebih baik
b.Sering dapat menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar dengan kualitas yang lebih baik
c.Kadang-kadang dapat menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar dengan kualitas yang lebih baik
d.Tidak Pernah dapat menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar dengan kualitas yang lebih baik

B.Kemampuan Variasi Metode Pembelajaran
16.Sebagai pembimbing, apakah Anda mampu memilih macam-macam metode yang bervariasi sesuai keperluan pembelajaran?
a.Selalu mampu memilih macam-macam metode yang bervariasi sesuai keperluan pembelajaran
b.Sering mampu memilih macam-macam metode yang bervariasi sesuai keperluan pembelajaran
c.Kadang-kadang mampu memilih macam-macam metode yang bervariasi sesuai keperluan pembelajaran
d.Tidak Pernah mampu memilih macam-macam metode yang bervariasi sesuai keperluan pembelajaran
17.Apakah Bapak, Ibu selalu mendiskusikan masalah-masalah secara baik sebelum kegiatan belajar berakhir?
a.Selalu mendiskusikan masalah-masalah secara baik sebelum kegiatan belajar berakhir
b.Sering mendiskusikan masalah-masalah secara baik sebelum kegiatan belajar berakhir
c.Kadang-kadang mendiskusikan masalah-masalah secara baik sebelum kegiatan belajar berakhir
d.Tidak Pernah mendiskusikan masalah-masalah secara baik sebelum kegiatan belajar berakhir

C.Pelaksanaan Evaluasi yang Efektif
18.Apakah Bapak, Ibu memberikan tugas-tugas yang menarik minat siswa, terutama apabila mereka bekerja secara bebas?
a.Selalu memberikan tugas-tugas yang menarik minat siswa, terutama apabila mereka bekerja secara bebas
b.Sering memberikan tugas-tugas yang menarik minat siswa, terutama apabila mereka bekerja secara bebas
c.Kadang-kadang memberikan tugas-tugas yang menarik minat siswa, terutama apabila mereka bekerja secara bebas
d.Tidak Pernah memberikan tugas-tugas yang menarik minat siswa, terutama apabila mereka bekerja secara bebas
19.Dalam evaluasi, anda menggunakan teknik-teknik yang memberikan kemudahan perpindahan secara berangsur dari aktifitas yang konkret ke yang lebih abstrak?
a.Selalu menggunakan teknik-teknik yang memberikan kemudahan perpindahan secara berangsur dari aktifitas yang konkret ke yang lebih abstrak
b.Sering menggunakan teknik-teknik yang memberikan kemudahan perpindahan secara berangsur dari aktifitas yang konkret ke yang lebih abstrak
c.Kadang-kadang menggunakan teknik-teknik yang memberikan kemudahan perpindahan secara berangsur dari aktifitas yang konkret ke yang lebih abstrak
d.Tidak pernah menggunakan teknik-teknik yang memberikan kemudahan perpindahan secara berangsur dari aktifitas yang konkret ke yang lebih abstrak
20.Apakah Bapak, Ibu Menggunakan campuran pertanyaan dari peringkat yang rendah ke tinggi?
a.Selalu Menggunakan campuran pertanyaan dari peringkat yang rendah ke tinggi
b.Sering Menggunakan campuran pertanyaan dari peringkat yang rendah ke tinggi
c.Kadang-kadang Menggunakan campuran pertanyaan dari peringkat yang rendah ke tinggi
d.Tidak pernah Menggunakan campuran pertanyaan dari peringkat yang rendah ke tinggi
 

  

0 komentar:

Poskan Komentar

Fish

Share it